Profile

  • Addie M. S.

    Addie Muljadi Sumaatmadja, atau lebih dikenal dengan nama Addie MS, adalah salah satu pendiri Twilite Orchestra, sekaligus konduktor dan Music Director di Twilite Orchestra. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 7 Oktober 1959 dari seorang ayah yang berprofesi sebagai pengusaha industri ubin teraso. Addie adalah anak ke 3 dari 8 bersaudara, yang sebagian besar di antara mereka mampu memainkan piano, namun hanya Addie yang tertarik untuk mendalami dunia musik.

  • Addie dan Piano

    Ketertarikan Addie pada musik mulai tumbuh lebih dalam saat ia menerima hadiah sebuah piano, yang terus menerus ia mainkan, sekalipun saudara - saudaranya sudah tidak tertarik lagi untuk memainkan piano tersebut. Addie tetap konsisten dan menunjukkan bakatnya. Ia tidak pernah mengenyam pendidikan formal dalam bidang musik, namun panggilan hati dan kecintaannya terhadap musik lebih mendarah daging sehingga ia terus fokus dan memperdalam pengetahuan musiknya.

  • Addie MS dan Keenan Nasution

    Saat SMA, bakat musik Addie tercium oleh musisi Keenan Nasution, hingga ia diajak bergabung untuk menggarap album Nuansa Bening (1979). Addie juga sempat ikut serta dalam produksi pagelaran Karya Cipta Guruh Sukarnoputra dan album Lomba Cipta Lagu Remaja dari Prambors.

    Sayangnya, sang ayah tidak memberikan restu terhadap pilihan hidup Addie untuk fokus dalam dunia musik sehingga kemudian Addie mengambil keputusan ekstrim untuk hidup tanpa dibiayai orang tuanya, sebagai bentuk kompromi agar diperbolehkan hidup sebagai musisi. Dengan demikian, Addie hanya ingin diperbolehkan untuk tetap tinggal di rumah orang tuanya, untuk sekedar makan dan tidur, namun selebihnya ia membiayai hidupnya sendiri bagaimanapun sulitnya.

  • Addie M.S.

    Di tahun 1982, Addie menerima tawaran untuk menggarap album Vina Panduwinata yang berjudul Citra Pesona. Namun kemudian Addie memberikan syarat yang sangat berat sehingga ditolak mentah-mentah oleh produsernya, yaitu permintaan agar album tersebut diiringi dengan musik orkestra dari Filipina. Karena penolakan tersebut, Addie pun rela tidak dibayar, agar seluruh honor yang ia dapatkan dari album tersebut dapat dipergunakan untuk membiayai orkestra Filipina tersebut. Akhirnya sang produser menyetujui permintaan ini, dan tanpa disangka album Citra Pesona ternyata sukses besar di pasaran.

    Addie kemudian sempat diterima di Universitas Trisakti dan Universitas Krisnadwipayana sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah formalnya, dan fokus pada dunia musik. Keputusan ini ia ambil setelah Addie memimpin orkestra dan mendampingi Titiek Hamzah dalam kompetisi lagu pop internasional di Vina del Mar, Chille dimana lagu tersebut berhasil dipilih sebagai juara kedua dalam kompetisi tersebut.

  • Addie M.S. dan Memes

    Addie MS menikahi Memes (Meidyana Maimunah), seorang penyanyi, pada tanggal 13 September 1987 dan dikaruniai 2 orang anak lelaki, yaitu Kevin Aprilio (1990) dan Tristan Juliano (1997). Kedua anaknya pun seperti ayahnya, fokus dan menekuni musik. 

  • pendiri_TO

    Tahun 1991 merupakan awal dari perubahan besar dalam karir Addie MS yang dimulai dengan didirikannya Twilite Orchestra olehnya, bersama Indra Bakrie dan Oddie Agam.

    Sebelumnya, selama 12 tahun ia aktif berkiprah dalam musik industri atau komersial, meskipun minat dan kecintaan Addie MS yang terpendam adalah pada musik simfonik. Maka pada saat ia memenuhi permintaan Indra Bakrie untuk menampilkan orkestra di acara housewarming di kediamannya itu, bagaikan awal dari mimpi yang menjadi kenyataan. Indra Bakrie mengusulkan agar orkestra yang tampil di kediamannya itu tidak berhenti disana tetapi diteruskan menjadi orkestra tetap. 

    Kiprahnya dalam Twilite Orchestra membuat Addie MS semakin dikenal masyarakat Indonesia, apalagi kini Twilite Orchestra telah berumur lebih dari 25 tahun.

Diskografi & Kolaborasi

  • Dream Suite (Suzzane Ciani) – 1994
  • Opera Anoman – 1998
  • Simfoni Negeriku (Victorian Philharmonic Orchestra) – 1998
  • La Forza Del Destino (Twilite Orchestra) – 2004
  • Biola Tak Berdawai (Original Soundtrack) – 2004
  • Dealova (Original Soundtrack) –2006
  • Cinta Pertama (Original Soundtrack) – 2007
  • Summer Breeze (Original Soundtrack) – 2008
  • In The Name of Love (Original Soundtrack) – 2008
  • Sepuluh (Original Soundtrack) – 2008
  • The Sounds of Indonesia (Garuda Indonesia) – 2012
  • Lief Java (Memes) – 2014

Awards

  • ‘Musik Film Terpuji’ Festival Film Bandung, 2004, musik film ‘Biola Tak Berdawai’
  • ‘Prize of Elegance Award’ dari Longines
  • ‘Golden Conductor Award’ dari Yayasan Pendidikan Musik
  • ‘Diamond Achievement Award’ dari De Beers
  • ‘The Scent of Success’ dari The Peak & BOSS
  • ‘Metronome Award’ sebagai pengembang musik simfonik, dari PAPPRI
  • ‘Lifetime Achievement Award’ dari Indosat Awards
  • ‘Karya Bakti Musik Indonesia 2014’ dari Kemenparekraf
  • ‘Artpreneur Award’ 2015 dari Universitas Trilogi
  • ‘Lifetime Achievement Award 2015’ dari NET TV
  • ‘Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi’ kategori Pencipta, Pelopor & Pembaru, 2017 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
Saat Menerima "Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi" dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2017.

Addie M. S.

Saat Menerima “Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi” dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2017.

Addiems.id | Addiems.com © 2017 • by IWS • All Rights Reserved